WELLCOME TO MY COMPANY WORLDS

NO BACOT SKILL ONLY
OKEY CM REGAR BOY
Loading...
Loading...
Loading...

Kamis, 17 Maret 2011

Analisa kualitatif unsur

Analisis Kualitatif Unsur Senyawa Organik
BAB I
PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Dalam analisis kualitatif pengamatan visual merupakan hal yang penting. Bila kita dihadapkan pada suatu larutan yang tidak diketahui, pertanyaan yang timbula adalah “apakah warnanya?”. Langkah-langkah pekerjaan dalam analisis kimia terdiri dari : Sampling, yaitu mengambil cuplikan yang mewakili materi yang akan dianalisa, Pengubahan keadaan cuplikan menjadi bentuk yang sesuai dengan kebutuhan pengukuran(kita inginkan). Pengukuran, dan Perhitungan serta interpretasi data yang diperoleh dari hasil pengukuran.

Sampling
Untuk keperluan analisis terutama analisis kuantitatif langkah awal yang penting adalah sampling cuplikan harus representative, artinya dapat mewakili keseluruhan materi yang akan dianalisis. Jika berbentuk padatan, untuk memperoleh cuplikan yang homogen biasanya cuplikan tersebut digerus atau digiling, kemudian diayak dengan menggunakan ayakan dengan ukuran (mesh) tertentu. Jika sampel berbentuk cairan, misalnya analisis kandungan logam berat dalam air sungai yang mengalir, maka perlu dilakukan pengambilan cuplikan air dari beberapa titik yang representatif pada setiap Jarak 50 meter atau 100 meter. Disamping itu yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman (sediman, pertengahan dan permukaan air).


Pengubahan keadaan cuplikan
Pada umumnya cuplikan berbentuk padatan oleh kerana itu perlu dilakukan pengubahan bentuk cuplikan tersebut menjadi bentuk larutan sehingga dapat diukur. Untuk mengubah cuplikan bentuk padat menjadi bentuk cair dapat dilakukan dengan : Cara basah yang dilakukan dengan pelarutan langsung menggunakan pelarut air, asam-asam seperti asam nitrat, asam sulfat, asam klorida, asam perklorat atau campurannya, dan basa. Cara kering, cuplikan tersebut dilebur dengan cara dipijarkan, kemudian dilarutkan dengan air atau asam encer. Untuk mempercepat proses peleburan, biasanya ditambahkan beberapa tetes asam-asam pekat.

Pengukuran
Sifat kimia dan fisika digunakan dasar unntuk melekukan pengukuran baik kuantitatif dan kualitatif serta melibatkan reaksi-reaksi kimia didalamnyha, seperti volumetri dan gravimetri. Kedua metode tersebut dikatakan klasik namun masih digunakan hingga sekarang, karena menunjukkan ketelitian dan kecermatan yang handal. Selain itu penggunaan instrument modern yang lebih canggih yang juga didasarkan sifat fisika kimia, sekarang ini lebih disukai untuk pengukuran karena memliki tingkat ketelitian an kecermatan yang tinggi serta efisien, efektif, mudah dan cepat dalam pengoperasiannya.

Perhitungan serta interpretasi data hasil pengukuran Hasil pengukuran dengan cara titrasi atau gravimetri misalnya, data selnajutnya diolah berdasarkan hubungan stoikhiometri yang sederhana berdasarkan reaksi kimia yang terjadi. Sedangkan dari hasil pengukuran dengan spektrofotometer, diperoleh data berupa adsorbans, yang dapat dihubungkan dengan konsentrasi atau kadar suatu zat dalam cuplikan. Perlu diingat, bahwa hasil-hasil yang diperoleh dengan cara-cara nalitik tidaklah selalu mudah dan sederhana. Oleh karena itu cara statistika kimia dapat digunakan untuk meminimalisasi kesalahan-kesalahan yang dibuat selama pengerjaan dan pengukuran, agar dapat diperoleh tafsiran data dan kesimpulan yang tepat dengan tingkat kepercayaan yang tinggi.

TUJUAN PERCOBAAN
Dari percobaan ini diharapkan mahasiswa dapat melakukan pengujian-pengujian yang diperlukan untuk mengetahui unsure-unnsur yang terdapat dalam senyawa.

BAB II

KAJIAN TEORI

TEORI SINGKAT

Senyawa organik adalah golongan besar senyawa kimia yang molekulnya mengandung karbon, kecuali karbida, karbonat, dan oksida karbon. Studi mengenai senyawaan organik disebut kimia organik. Banyak di antara senyawaan organik, seperti protein, lemak, dan karbohidrat, merupakan komponen penting dalam biokimia.
Di antara beberapa golongan senyawaan organik adalah senyawa alifatik, rantai karbon yang dapat diubah gugus fungsinya; hidrokarbon aromatik, senyawaan yang mengandung paling tidak satu cincin benzena; senyawa heterosiklik yang mencakup atom-atom nonkarbon dalam struktur cincinnya; dan polimer, molekul rantai panjang gugus berulang.
Pembeda antara kimia organik dan anorganik adalah ada/tidaknya ikatan karbon-hidrogen. Sehingga, asam karbonat termasuk anorganik, sedangkan asam format, asam lemak pertama, organik.
Nama "organik" merujuk pada sejarahnya, pada abad ke-19, yang dipercaya bahwa senyawa organik hanya bisa dibuat/disintesis dalam tubuh organisme melalui vis vitalis - "life-force".
Kebanyakan senyawaan kimia murni dibuat secara artificial Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Ada dua cara yang relatif sederhana menentukan secara kualitatif apakah dalam suatu senyawa terdapat nitrogen, belerang atau halogen. Dalam metode ini, senyawa organik yang tidak diketahui diuraikan dengan menggunakan logam natrium, sehingga nitrogen, belerang atau halogen penyusun senyawa tersebut berturut-turut diubah menjadi natrium sianida, natrium sulfida atau natrium halida. Senyawa-senyawa anorganik ini kemudian diuji dengan cara seperti dibawah ini Untuk pengujian nitrogen, larutan direaksikan dengan besi (ii) dan besi (iii) jika terdapat sianida, akan terbentuk endapan biru gelap yang ditunjukan dengan persamaan reaksi:
N + 3 Fe+2 +4 Fe+3 Fe4[Fe(CN)6]3
Kimia organik adalah percabangan studi ilmiah dari ilmu kimia mengenai struktur, sifat, komposisi, reaksi, dan sintesis senyawa organik. Senyawa organik dibangun terutama oleh karbon dan hidrogen, dan dapat mengandung unsur-unsur lain seperti nitrogen, oksigen, fosfor, halogen dan belerang. Definisi asli dari kimia organik ini berasal dari kesalahpahaman bahwa semua senyawa organik pasti berasal dari organisme hidup, namun telah dibuktikan bahwa ada beberapa perkecualian. Bahkan sebenarnya, kehidupan juga sangat bergantung pada kimia anorganik; sebagai contoh, banyak enzim yang mendasarkan kerjanya pada logam transisi seperti besi dan tembaga, juga gigi dan tulang yang komposisinya merupakan campuran dari senyama organik maupun anorganik.
Contoh lainnya adalah larutan HCl, larutan ini berperan besar dalam proses pencernaan makanan yang hampir seluruh organisme (terutama organisme tingkat tinggi) memakai larutan HCl untuk mencerna makanannya, yang juga digolongkan dalam senyawa anorganik. Mengenai unsur karbon, kimia anorganik biasanya berkaitan dengan senyawa karbon yang sederhana yang tidak mengandung ikatan antar karbon misalnya oksida, garam, asam, karbid, dan mineral. Namun hal ini tidak berarti bahwa tidak ada senyawa karbon tunggal dalam senyawa organik misalnya metan dan turunannya

BAB II METODE ALAT DAN BAHAN

Pembakar dan penjepit Rak dan tabung reaksi Gelas ukur
Pipet Tetes Ca(OH)2 CCl4 CuO Gula pasir Kurs porseling Sukrosa (C12H22O11) memiliki berat molekul 342,30 gr/mol. Sukrosa (gula pasir) mudah larut dalam air, lebih mudah larut dalam air mendidih, sukar larut dalam etanol, tidak larut dalam kloroform dan dalam eter.
Pemerian hablur putih atau tidak berwarna, massa hablur atau berbentuk kubus, atau serbuk hablur putih, tidak berbau, rasa manis stabil di udara. Larutannya netral terhadap lakmus.
Farmakope Indonesia, edisi IV, hal 762

Etanol

Etanol (disebut juga etil-alkohol atau alkohol saja), adalah alkohol yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Karena sifatnya yang tidak beracun bahan ini banyak dipakai sebagai pelarut dalam dunia farmasi dan industri makanan dan minuman. Etanol tidak berwarna dan tidak berasa tapi memilki bau yang khas. Bahan ini dapat memabukkan jika diminum. Etanol sering ditulis dengan rumus EtOH. Rumus molekul etanol adalah C2H5OH atau rumus empiris C2H6O. PROSEDUR KERJA
Uji Karbon dan Hidrogen Dipanaskan Melewatkan gas yang dibebaskan kedalam lart. Air kapur Menguji dengan tembaga (ii) sulfat anhidrat jika terbentuk cairan pada dinding
Jika tembaga (ii) sulfat anhidrat berubah menjadi biru, menunjukan adanya air,




Reaksi Beilstein Dipanaskan hingga kemerahan, Didinginkan dan dibasahi kawat tersebut dengan 2 tetes CCl4, Dipanaskan kembali

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL PENGAMATAN

Jenis reaksi Sketsa langkah reaksi Reaksi Pengamatan Reaksi untuk C dan H C_6 H_12 O_6 □(→┴(CuO ) ) CO_2 + 6H_2 O C_6 H_12 O_6 □(→┴(CuO ) ) 6CO_2 + 6H_2 O Serbuk CaO berwarna hitam, titik-titik air melekat, dipanaskan manandakan adanya unsur H dan adanya unsur C menandakan adanya gas. Reaksi Beilstein Cu dipanaskan
Ditambah CCl4 kemudian dipanaskan Cu□(→┴( ∆ ) ) 2CuO 2CuO + C〖Cl〗_4 □(→┴( ∆ 2Cu〖Cl〗_2 + CO_2 Warna silver tembaga setelah dipanaskan warnanya menjadi silver, setelah dibasahi dengan CCl4 dan setelah dipanaskan kembali warnanya menjadi hijau warna nyala apinya.



Pembahasan
Dalam percobaan analisis kualitatif unsur-unsur dalam senyawa organik dilakukan dua pengujian yaitu uji karbon dan hidrogen dan uji untuk halogen
1. Uji untuk karbon dan hidrogen Pada uji untuk karbon dan hidrogen kita memasukkan 1-2 gram CuO dalam krusibel porselin kemudian dipanaskan beberapa menit. Sementara CuO masih panas dicampurkan dengan hati-hati kedalam krusibel porselin 0,2 gram serbuk gula. Setelah itu memasukkan campuran itu kedalam tabung reaksi yang dilengkapi dengan sumbat dan pipa penghubung serta memanaskan campuran tersebut. Kemudian membuat sedemikian rupa sehingga gas yang terjadi dapat dialirkan kedalam tabung reaksi yang berisi mL Ca(OH)2, dan setelah dihubungkan dan dipanaskan campuran tersebut terjadi asap (gas) dan ada sedikit uap air (H2O) yang mengalir dari krusibel yang satu ke krusibel yang kedua. Adanya gas CO2dan uap air ini menandakan bahwa ada unsur C dan unsure H pada saat campuran tersebut dipanaskan. Ini berarti sesuai dengan persamaan reaksi bahwa ketika sukrosa dipanaskan akan menghasilkan CO2 dan uap air (H2O). C_6 H_12 O_(6□( □(→┴( CuO ) )) ) 6CO_2 + 6H_2 O
Dan ketika uap gas tersebut masuk kedalam Ca(OH)2 warna larutan berubah menjadi keruh kekuningan. Hal ini disebabkan senyawa Ca(OH)2 dapat bereaksi ketika ditambahkan dengan gas CO2.
2. Uji reaksi Beilstein Pada uji dengan menggunakan pereaksi Beilstein ini mula-mula hal yang dilakukan adalah memanaskan kawat spiral tembaga hingga sampai kemerahan. Selanjutnya mendinginkan dan membasahi kawat tersebut dengan 2 tetes CCl4 kemudian memanaskan kembali. Setelah dipanaskan ternyata terjadi perubahan warna pada tembaga (kawat spiral) tersebut dari warna silver setelah dibasahi dan dipanaskan berubah menjadi warna hijau. Perubahan warna nyala ini disebabkan oleh warna asli dari senyawa CCl4 yang didalamnya mengandung unsure halogen yaitu klor (Cl). Karena pada dasarnya uji reaksi Beilstein adalah mengidentifikasi unsure halogen pada suatu senyawa, jika didalamnya terdapat unsure halogen maka warna yang ditimbulkan setelah dibakar adalah warna hijau. Warna hijau ini merupakan ciri dari suatu unsure yang terdapat dalam golongan halogen. Persamaan reaksinya adalah :
CuO □(→┴( ∆ ) ) 2CuO 2CuO + C〖Cl〗_4 □(→┴( ∆ ) ) 2Cu〖Cl〗_2 + CO_2 CuCl2 merupakan hasil dari reaksi antara CuO dan CCl4 yang menyebabkan perubahan warna ketika zat tersebut dipanaskan.

BAB V PENUTUP

KESIMPULAN
Ternyata ketika suatu senyawa gula dipanaskan contohnya sukrosa yang dibantu dengan CuO akan menghasilkan gas CO2 dan uap air, ini menandakan bahwa dalam senyawa itu terdapat unsure karbon dan hydrogen. Dan ternyata Ca(OH)2 dapat bereaksi dengan gas CO2 ini dibuktikan dengan warna kekeruhan yang timbul ketika gas CO2 dialirkan pada Ca(OH)2.
Dan untuk unsure-unsur pada golongan halogen ternyata dapat berwarna hijau ketika dipanaskan, contohnya unsure klor (Cl).

KEMUNGKINAN KESALAHAN
Kesalahan dalam mengamati perubahan warna yang ditimbulkan oleh suatu senyawa.
Kesalahan dalam merangkai alat sehingga menyebabkan hasil dari percobaan ini keliru (kurang valid). Kurang telitinya praktikan dalam mengamati perubahan warnya yang ditimbulkan oleh suatu senyawa ketika dipanaskan.

DAFTAR PUSTAKA
Team Teaching Kimia Anorganik. 2008. Modul Praktikum. Gorontalo:UNG Fessenden & Fessenden, 1982. Kimia Organik Edisi ketiga jilid 1 dan 2. jakarta : Erlangga. Drs Parlan M.Si 2003. Kimia Organik I. Malang JICA Farmakope Indonesia, edisi IV, hal 762

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

berikan komentar

berita olahraga

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

baris video

Loading...
Loading...
Loading...