WELLCOME TO MY COMPANY WORLDS

NO BACOT SKILL ONLY
OKEY CM REGAR BOY
Loading...
Loading...
Loading...

Kamis, 17 Maret 2011

Senyawa polar non polar

Senyawa Kovalen Polar
Senyawa kovalen polar dapat diuraikan oleh air membentuk ion-ion yang bergerak bebas, karena itu ikatan kovalen pada senyawa itu mudah putus. Misalnya HCl, NH3, CH3COOH. HCl merupakan senyawa kovalen di atom bersifat polar, pasangan elektron ikatan tertarik ke atom Cl yang lebih elektronegatif dibanding dengan atom H. Sehingga pada HCl, atom H lebih positif dan atom Cl lebih negatif.



walaupun molekul HCl bukan senyawa ion, jika dilarutkan ke dalam air maka larutannya dapat menghantarkan arus listrik karena menghasilkan ion-ion yang bergerak bebas.
HCl → H+ + Cl-





IKATAN KOVALEN POLAR

Pernah mendengar tentang asam khlorida dalam kehidupan sehari-hari? Mungkin sekitar bahan kimia yang digunakan di rumah Anda. Garam dapur itu NaCl, kita telah membahasnya pada ikatan ion. Ingatkah Anda waktu kita membahas tentang unsur hidrogen? Sedikit kita sudah menyinggung pentingnya hidrogen sebagai ion H+. Nah siapa itu ion H+? Ya ion H+ itu pembawa sifat asam. Jika ion H+ terdapat dalam makanan kita, maka makanan itu akan terasa masam.
Marilah sekarang kita perhatikan asam khlorida. Di atas disinggung bahwa asam selalu mengandung ion H+ dalam larutannya. Pembahasan kita tujukan pada ikatan antara atom H dan atom Cl. Pada gambar tampak atom H memiliki satu elektron dan atom Cl memiliki 7 elektron valensi yang terlihat pada struktur Lewisnya. Kedua atom H dan Cl saling berikatan dengan menggunakan satu pasang elektron yang menjadi milik bersama dan berasal dari masing-masing atom. Maka terbentuklah ikatan kovalen tunggal.
Mengapa HCl dinyatakan memiliki ikatan kovalen polar? Ya tentu saja ikatannya polar, karena keelektronegatifan Cl lebih besar dari H sehingga pasangan elektron antara mereka lebih tertarik ke atom Cl, sehingga Cl lebih negatif dan H lebih positif. Dapat disimpulkan bahwa suatu senyawa kovalen ikatannya pasti polar, karena terdiri atasunsur-insur yang berbeda. Sedang unsur non logam ikatannya tentu non polar karena molekulnya mengandung atom-atom unsur yang sama.
Apakah HCl yang ikatannya kovalen polar ini bersifat asam? Tidak, HCl ini berwujud gas, masih murni, belum bercampur dengan air. Simbulnya kita tulis sebagai HCl(g) dan namanya gas hidrogen khlorida. Sedang asam khlorida simbulnya HCl(aq), berasal dari gas HCl yang telah dilarutkan ke dalam air. Apa bedanya? Berbeda sekali, dalam air, ikatan kovalen polar HCl diputus oleh air, sehingga terionisasi menjadi ion-ion H+ dan ion-ion Cl-. Ion H+ inilah penyebab sifat asam.
IKATAN KOVALEN NON POLAR

Sampailah saatnya kita membahas ikatan kovalen, sebagai contoh gas hidrogen memiliki rumus kimia H2. Walaupun sehari-hari kita tidak berhubungan langsung dengan gas hidrogen, namun unsur hidrogen tidak dapat diabaikan begitu saja. Peranannya sangat besar bagi kita. Tidaklah kalian menyadari hal ini? Air yang tidak dapat kita tinggalkan peranannya sedetikpun, rumus kimianya H2O. Nah bagaimana hidrogen dapat kita abaikan. Ada lagi zat yang juga tidak kalah peranannya dalam hidup kita; sadarkah Anda bahwa makanan kita mungkin bersifat netral, mungkin basa, bahkan banyak makanan bersifat asam. Anda tidak lupa tentang penyebab sifat asam kan? Jika Anda merasakan suatu masakan rasanya masam, itu penyebabnya adalah ion-ion H+ menempel dilidah Anda.

Bicara tentang hidrogen, marilah kita lihat gas H2 yang memiliki ikatan kovalen. Apakah arti 'ko' disini? Ingat arti ko pada koperasi? Ya, ko artinya kerjasama. Valen dari kata 'valence' yang berarti ikatan. Jadi ikatan yang terdapat pada H2 adalah ikatan yang terjadi karena adanya kerjasama antara kedua atom H pada H2. Bagaimana kerjasama itu terjadi?
Atom H hanya memiliki satu elektron dan satu proton. Karena itu atom H tidak stabil. Untuk mencapai kestabilan, atom H melakukan hal yang termudah baginya, yaitu membentuk duplet dengan sesamanya, menjadi H2. Karena rumus kimianya sangat sederhana dan keduanya sesama non logam, maka tiap H2 dinyatakan sebagai molekul. Jadi tiap molekul H2 terdiri atas 2 atom H. Ikatan kovalen seperti pada H2 digolongkasn ikatan kovalen non polar, karena keelektronegatifan sama, pasangan elektron terdapat tepat ditengah. Kata non polar berasal dari pole berarti kutub. Jadi molekul H2 netral, tidak memiliki kutub.
Karena dalam molekul H2 terdapat satu ikatan kovalen, maka H2 dikelompokkan ke dalam senyawa yang berikatan kovalen tunggal. Apakah ada ikatan kovalen rangkap? Ada, misalnya gas oksigen, O2. Gambarkan struktur Lewisnya, maka akan terlihat masing-masing atom O harus menyumbang 2 elektron untuk mencapai oktet. Apakah adaikatan ganda yang lebih dari dua? Ada, ingat gas nitrogen yangada di udara. Jika Anda lihat struktur Lewisnya, maka elektron valensi yang dimilikinya masih memerlukan 3 elektron lagi agar mencapai kaidah oktet. Sehingga N2 berikatan kovalen ganda tiga, atau tripel, atau sering disebut rangkap 3.
Ikatan Kovalen Polar dan Ikatan Kovalen Nonpolar
Berdasarkan pengetahuan keelektronegatifan yang telah diketahui maka salah satu akibat adanya perbedaan keelektronega-tifan antar dua atom unsur berbeda adalah terjadinya polarisasi ikatan kovalen. Adanya polarisasi menyebabkan ikatan kovalen dapat dibagi menjaadi ikatan kovalen polar dan ikatan kovalen nonpolar. Ikatan kovalen polar dapat dijumpai pada molekul hidrogen klorida sedangkan ikatan kovalen nonpolar dapat dilihat pada molekul hidrogen.

Orbital H2 dan HCl, polarisasi ikatan kovalen
Pada hidrogen klorida terlihat bahwa pasangan elektron bersama lebih tertarik ke arah atom klorin karena elektronegatifitas atom klorin lebih besar dari pada elektronegatifitas atom hidrogen. Akibat hal ini adalah terjadinya polarisasi pada hidrogen klorida menuju atom klorin. Ikatan jenis ini disebut ikatan kovalen polar. Hal yang berbeda terlihat pada molekul hidrogen. Pada molekul hidrogen, pasangan elektron bersama berada ditempat yang berjarak sama diantara dua inti atom hidrogen (simetris). Ikatan yang demikian ini dikenal sebagai ikatan kovalen nonpolar.
Molekul Polar dan Molekul Nonpolar
Molekul yang berikatan secara kovalen nonpolar seperti H2, Cl2 dan N2 sudah tentu bersifat nonpolar. Akan tetapi molekul dengan ikatan kovalen polar dapat bersifat polar dan nonpolar yang bergantung pada bentuk geometri molekulnya. Molekul dapat bersifat nonpolar apabila molekul tersebut simetris walaupun ikatan yang digunak
PERBEDAAN SENYAWA POLAR DENGAN NON POLAR -
Senyawa polar dan non polar
Ciri-ciri senyawa polar :
• dapatlarut dalam air dan pelarut polar lain
• memilikikutub + dan kutub - , akibat tidak
meratanya distribusi elektron
-memiliki pasangan elektron bebas (bila bentukmolekul diketahui) atau memiliki perbedaan keelektronegatifan
Contoh : alkohol, HCl, PCl3, H2O, N2O5
Senyawa polar digambarkan sebagai
Ciri-ciri senyawa nonpolar :
• tidaklarut dalam air dan pelarut polar lain
• Tidakmemiliki kutub + dan kutub - , akibat
meratanya distribusi elektron
-tidak memiliki pasangan elektron bebas (bilabentuk molekul diketahui) atau keelektronegatifannya sama
Contoh : Cl2, PCl5, H2, N2
Senyawa non polar digambarkan sebagai
UKURAN KUANTITATIF TITIK DIDIH SENYAWA KOVALEN
* Senyawa polar titik didihnya lebih tinggidaripada senyawa non polar
• Urutantitik didih, ikatan hidrogen > dipol-dipol > non polar-non polar atauikatan hidrogen > Van der Waals > gaya london
• Bilasama-sama polar/non polar, yang Mr besar titik didihnya lebih besar
Untuk senyawa karbonMr sama, rantai C memanjang titik didih > rantai bercabang (bulat)

PERBEDAAN SENYAWA POLAR DENGAN NON POLAR
SENYAWA POLAR
• dapat larut dalam air
• Memilikipasangan elektron bebas (bentuk tdk simetris)
• Berakhirganjil, kecuali BX3 dan PX5
Cth : NH3, PCl3,H2O, HCl, HBr, SO3, N2O5, Cl2O5

SENYAWA NON POLAR
• Tdk dapat larut dalam air
• Tdkmemiliki pasangan elektron bebas (bentuk simetris)
• Berakhir genap
Cth : F2, Cl2, Br2,I2, O2, H2, N2, CH4, SF6, PCl5, BCl3
Manakah yang titik didihnya lebih tinggi ?
1. F2 atau N2 ?
2. CH4 atau C3H8?
3. H2O atau H2S?
4. NH3 atau XeF4?
5. HF atau HI?
6. PCl5 atau PCl3?
7. n-pentana atau 2,2-dimetil propana?
Senyawa polar memiliki perbedaan keelektronegatifan yang besar ,perbedaan harga ini mendorong timbulnya kutub kutub listrik yang permanen (dipol permanent
Senyawa non polar memiliki perbedaan keelektronegatifan yang kecil ,bahkanuntuk senyawa biner dwiatom ( seperti O2,H2) perbedaan keelektronegatifannya =0

Polarisasi Ikatan Kovalen
Suatu ikatan kovalen disebut polar, jika Pasangan Elektron Ikatan (PEI)tertarik lebih kuat ke salah 1 atom.
Contoh 1 : Molekul HCl

Meskipun atom H dan Cl sama-sama menarik pasangan elektron, tetapikeelektronegatifan Cl lebih besar daripada atom H.
Akibatnya atom Cl menarik pasangan elektron ikatan (PEI) lebih kuat daripadaatom H sehingga letak PEI lebih dekat ke arah Cl (akibatnya terjadi semacamkutub dalam molekul HCl).
Jadi, kepolaran suatu ikatan kovalen disebabkan oleh adanya perbedaankeelektronegatifan antara atom-atom yang berikatan.
Sebaliknya, suatu ikatan kovalen dikatakan non polar (tidak berkutub), jika PEItertarik sama kuat ke semua atom.

Contoh 2 : Dalam tiap molekul di atas, ke-2 atom yang berikatan menarik PEIsama kuat karena atom-atom dari unsur sejenis mempunyai hargakeelektronegatifan yang sama.
Akibatnya muatan dari elektron tersebar secara merata sehingga tidak terbentukkutub.


Contoh 3 : Meskipun atom-atom penyusun CH4 dan CO2 tidak sejenis, akan tetapipasangan elektron tersebar secara simetris diantara atom-atom penyusun senyawa,sehingga PEI tertarik sama kuat ke semua atom (tidak terbentuk kutub).
Momen Dipol ( µ )
Adalah suatu besaran yang digunakan untuk menyatakan kepolaran suatu ikatankovalen.
Dirumuskan :
µ = Q x r ; 1 D = 3,33 x 10-30 C.m
keterangan :
µ = momen dipol, satuannya debye (D)
Q = selisih muatan, satuannya coulomb (C)
r = jarak antara muatan positif dengan muatan negatif, satuannya meter (m)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

berikan komentar

berita olahraga

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

baris video

Loading...
Loading...
Loading...